Ads 468x60px

Labels

Tampilkan postingan dengan label Sejarah Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Matematika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Mei 2013

Sejarah Kalkulator

Sejarah Kalkulator



Alat hitung tradisional dan kalkulator mekanika, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi.Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuah rak.Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan.
Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya.



Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi.
Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan paja kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit.Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan.



Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan.Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.

Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer.Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.
Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika yaitu mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu.
Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik.
Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukanperhitungan persamaan differensial.Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial.
Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis.
Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Analytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.



Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi  untuk melakukan penghitungan.Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat.Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan.Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus. 
Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik.Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel.Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu.Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data.
Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis.Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualnya ke masyarakat luas.Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger. 
Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembaca kartu perforasi untuk usaha bisnis.Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.
 

Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat penemuan baru lainnya.Vannevar Bush (18901974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931.Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi.Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.
Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik.Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940.
Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

Sumber:


Baca SelengkapnyaSejarah Kalkulator

Sejarah Kalkulus


Pengertian Kalkulus
Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya “batu kecil”, untuk menghitung) adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret takterhingga. Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometri adalah ilmu mengenai bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan serta aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidang sains, ekonomi, dan teknik; serta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan aljabar elementer.
Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial dan kalkulus integral yang saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang khusus mempelajari fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan analisis matematika.

Sejarah Kalkulus
Sejarah perkembangan kalkulus bisa ditilik pada beberapa periode zaman, yaitu zaman kuno, zaman pertengahan, dan zaman modern.
Pada periode zaman kuno, beberapa pemikiran tentang kalkulus integral telah muncul, tetapi tidak dikembangkan dengan baik dan sistematis. Perhitungan volume dan luas yang merupakan fungsi utama dari kalkulus integral bisa ditelusuri kembali pada Papirus Moskwa Mesir (c. 1800 SM) di mana orang Mesir menghitung volume piramida terpancung. Archimedes mengembangkan pemikiran ini lebih jauh dan menciptakan heuristik yang menyerupai kalkulus integral.
Pada zaman pertengahan, matematikawan India, Aryabhata, menggunakan konsep kecil takterhingga pada tahun 499 dan mengekspresikan masalah astronomi dalam bentuk persamaan diferensial dasar. Persamaan ini kemudian mengantar Bhaskara II pada abad ke-12 untuk mengembangkan bentuk awal turunan yang mewakili perubahan yang sangat kecil takterhingga dan menjelaskan bentuk awal dari “Teorema Rolle“. Sekitar tahun 1000, matematikawan Irak Ibn al-Haytham (Alhazen) menjadi orang pertama yang menurunkan rumus perhitungan hasil jumlah pangkat empat, dan dengan menggunakan induksi matematika, dia mengembangkan suatu metode untuk menurunkan rumus umum dari hasil pangkat integral yang sangat penting terhadap perkembangan kalkulus integral. Pada abad ke-12, seorang Persia Sharaf al-Din al-Tusi menemukan turunan dari fungsi kubik, sebuah hasil yang penting dalam kalkulus diferensial.  Pada abad ke-14, Madhava, bersama dengan matematikawan-astronom dari mazhab astronomi dan matematika Kerala, menjelaskan kasus khusus dari.. deret Taylor, yang dituliskan dalam teks Yuktibhasa.
Pada zaman modern, penemuan independen terjadi pada awal abad ke-17 di Jepang oleh matematikawan seperti Seki Kowa. Di Eropa, beberapa matematikawan seperti John Wallis danIsaac Barrow memberikan terobosan dalam kalkulus. James Gregory membuktikan sebuah kasus khusus dari teorema dasar kalkulus pada tahun 1668.
Leibniz dan Newton mendorong pemikiran-pemikiran ini bersama sebagai sebuah kesatuan dan kedua orang ilmuwan tersebut dianggap sebagai penemu kalkulus secara terpisah dalam waktu yang hampir bersamaan. Newton mengaplikasikan kalkulus secara umum ke bidang fisikasementara Leibniz mengembangkan notasi-notasi kalkulus yang banyak
digunakansekarang.
Ketika Newton dan Leibniz mempublikasikan hasil mereka untuk pertama kali, timbul kontroversi di antara matematikawan tentang mana yang lebih pantas untuk menerima penghargaan terhadap kerja mereka. Newton menurunkan hasil kerjanya terlebih dahulu, tetapi Leibniz yang pertama kali mempublikasikannya. Newton menuduh Leibniz mencuri pemikirannya dari catatan-catatan yang tidak dipublikasikan, yang sering dipinjamkan Newton kepada beberapa anggota dari Royal Society. Pemeriksaan secara terperinci menunjukkan bahwa keduanya bekerja secara terpisah, dengan Leibniz memulai dari integral dan Newton dari turunan. Sekarang, baik Newton dan Leibniz diberikan penghargaan dalam mengembangkan kalkulus secara terpisah. Adalah Leibniz yang memberikan nama kepada ilmu cabang matematika ini sebagai kalkulus, sedangkan Newton menamakannya “The science of fluxions“.Sejak itu, banyak matematikawan yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan lebih lanjut dari kalkulus. Kalkulus menjadi topik yang sangat umum di SMA dan universitas zaman modern. Matematikawan seluruh dunia terus memberikan kontribusi terhadap perkembangan kalkulus.

Para Penemu dan Peneliti

SIR ISAAC NEWTON
 



Sir Isaac Newton FRS (lahir di Woolsthorpe-by-Colsterworth, Lincolnshire, 4 Januari 1643 – meninggal 31 Maret 1727 pada umur 84 tahun; KJ: 25 Desember 1642 – 20 Maret 1727) adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan teolog yang berasal dari Inggris. Ia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik.
Karya bukunya Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica yang diterbitkan pada tahun 1687 dianggap sebagai buku paling berpengaruh sepanjang sejarah sains. Buku ini meletakkan dasar-dasar mekanika klasik. Dalam karyanya ini, Newton menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di Bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama. Ia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara hukum gerak planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini akhirnya menyirnakan keraguan para ilmuwan akan heliosentrisme dan memajukan revolusi ilmiah.
Dalam bidang mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum dan momentum sudut. Dalam bidang optika, ia berhasil membangun teleskop refleksi yang pertama dan mengembangkan teori warna berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan membagi cahaya putih menjadi warna-warna lainnya. Ia juga merumuskan hukum pendinginan dan mempelajari kecepatan suara.
Dalam bidang matematika pula, bersama dengan karya Gottfried Leibniz yang dilakukan secara terpisah, Newton mengembangkan kalkulus diferensial dan kalkulus integral. Ia juga berhasil menjabarkan teori binomial, mengembangkan "metode Newton" untuk melakukan pendekatan terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi terhadap kajian deret pangkat.
Sampai sekarang pun Newton masih sangat berpengaruh di kalangan ilmuwan. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di Royal Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau Albert Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar.

GOTTFRIED WILHEM LEIBNIZ



Gottfried Wilhem Leibniz atau kadangkala dieja sebagai Leibnitz atau Von Leibniz (1 Juli (21 Juni menurut tarikh kalender Julian) 164614 November 1716) adalah seorang filsuf Jerman keturunan Sorbia dan berasal dari Sachsen. Ia terutama terkenal karena faham Théodicée bahwa manusia hidup dalam dunia yang sebaik mungkin karena dunia ini diciptakan oleh Tuhan Yang Sempurna. Faham Théodicée ini menjadi terkenal karena dikritik dalam buku Candide karangan Voltaire.
Selain seorang filsuf, ia adalah ilmuwan, matematikawan, diplomat, ahli fisika, sejarawan dan doktor dalam hukum duniawi dan hukum gereja. Ia dianggap sebagai Jiwa Universalis zamannya dan merupakan salah seorang filsuf yang paling berpengaruh pada abad ke-17 dan ke-18. Kontribusinya kepada subyek yang begitu luas tersebar di banyak jurnal dan puluhan ribu surat serta naskah manuskrip yang belum semuanya diterbitkan. Sampai sekarang masih belum ada edisi lengkap mengenai tulisan-tulisan Leibniz dan dengan ini laporan lengkap mengenai prestasinya belum dapat dilakukan. Leibniz lahir di Leipzig dan meninggal dunia di Hannover.


JOHN WALLIS





John Wallis (23 November 161628 Oktober 1703) adalah matematikawan Inggris yang berperan dalam perkembangan kalkulus. Ia juga menciptakan simbol ∞ untuk bilangan tak terhingga. Asteroid 31982 Johnwallis dinamai dari namanya. John Brehaut Wallis lahir di Ashford, Kent, anak ketiga dari Reverend John Wallis dan Joanna Chapman


ISAAC BARROW



Isaac Barrow (Oktober 1630 - 4 Mei 1677) adalah sarjana dan matematikawan Inggris yang biasanya diberikan penghargaan atas peran awalnya dalam perkembangan kalkulus, terutama untuk penemuan teorema dasar kalkulus. Karyanya terpusat pada sifat-sifat tangen. Barrow adalah yang pertama kali menghitung tangen kurva kappa. Isaac Newton adalah mahasiswa Barrow, dan Newton kemudian mengembangkan kalkulus dalam bentuk modern. Nama kawah di Bulan, kawah Barrow, berasal dari namanya.



PENGARUH PENTING

Walau beberapa konsep kalkulus telah dikembangkan terlebih dahulu di Mesir, Yunani, Tiongkok, India, Iraq, Persia, dan Jepang, penggunaaan kalkulus modern dimulai di Eropa pada abad ke-17 sewaktu Isaac Newton dan Gottfried Wilhelm Leibniz mengembangkan prinsip dasar kalkulus. Hasil kerja mereka kemudian memberikan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan fisika.
Aplikasi kalkulus diferensial meliputi perhitungan kecepatan dan percepatan, kemiringan suatu kurva, dan optimalisasi. Aplikasi dari kalkulus integral meliputi perhitungan luas, volume,panjang busur, pusat massa, kerja, dan tekanan. Aplikasi lebih jauh meliputi deret pangkat dan deret Fourier.
Kalkulus juga digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih rinci mengenai ruang, waktu, dan gerak. Selama berabad-abad, para matematikawan dan filsuf berusaha memecahkan paradoks yang meliputi pembagian bilangan dengan nol ataupun jumlah dari deret takterhingga. Seorang filsuf Yunani kuno memberikan beberapa contoh terkenal seperti paradoks Zeno. Kalkulus memberikan solusi, terutama di bidang limit dan deret takterhingga, yang kemudian berhasil memecahkan paradoks tersebut. 


APLIKASI

CANGKANG NAUTILUS

Kalkulus digunakan di setiap cabang sains fisik, sains komputer, statistik, teknik, ekonomi, bisnis, kedokteran, kependudukan, dan di bidang-bidang lainnya. Setiap konsep di mekanika klasik saling berhubungan melalui kalkulus. Massa dari sebuah benda dengan massa jenis yang tidak diketahui,momen inersia dari suatu objek, dan total energi dari sebuah objek dapat ditentukan dengan menggunakan kalkulus.
Dalam subdisiplin listrik dan magnetisme, kalkulus dapat digunakan untuk mencari total fluks dari sebuah medan elektromagnetik . Contoh historis lainnya adalah penggunaan kalkulus di hukum gerak Newton, dinyatakan sebagai laju perubahan yang merujuk pada turunan: Laju perubahanmomentum dari sebuah benda adalah sama dengan resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut dengan arah yang sama.
Bahkan rumus umum dari hukum kedua Newton: Gaya = Massa × Percepatan, menggunakan perumusan kalkulus diferensial karena percepatan bisa dinyatakan sebagai turunan dari kecepatan. Teori elektromagnetik Maxwell dan teori relativitas Einstein juga dirumuskan menggunakan kalkulus diferensial. Pola spiral logaritma cangkang Nautilus adalah contoh klasik untuk menggambarkan perkembangan dan perubahan yang berkaitan dengan kalkulus.

Sumber:






Baca SelengkapnyaSejarah Kalkulus

Rabu, 15 Mei 2013

Sejarah Aljabar

Aljabar ditemukan pertama kali oleh Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi. Aljabar berasal dari Bahasa Arab "al-jabr" yang berarti "pertemuan", "hubungan" atau "penyelesaian" adalah cabang matematika yang dapat dicirikan sebagai generalisasi dari bidang aritmatika. Aljabar juga merupakan nama sebuah struktur aljabar abstrak, yaitu aljabar dalam sebuah bidang.



Al-Khawarizmi memperkenalkan beberapa simbol yang sistematik terutama angka sifar. Jadual al-Khawarizmi dan Habasy al-Habib turut membantu mempercepatkan sistem angka India ini terkenal di dunia. Mulai awal abad ke 5H/11M didapati penggunaan sistem angka baru secara meluas dalam penulisan sarjana-sarjana Islam. Karya beliau dalam bidang matematik yang terkenal ialah al-Kitab al- Mukhtasar fi Hisab al-Jabr waal-Muqabalah telah diterjemahkan ke bahasa Latin dan digunakan hingga abad ke 10H/16M dan jadikan asas yang digunakan di Universiti di Barat. Aljabar merupakan nadi ilmu hisab, dunia mengenal sistem nomor yang ada sekarang menerusi buku karya al- Khawarizmi yang diterjemahkan ke dalam bahsa Latin pada tahun 1120 bertajuk De Numero Indorum.

Persaudaraan Pythagoras yang banyak berjasa dalam mengembang dan memajukan ilmu sains khususnya sains matematik, merupakan sebuah pertubuhan kerohania, akademik dan saintefik dengan kecenderungan yang kuat terhadap falsafah. Tokoh matematik seperti Fibonci, Master Jacob dan Leonardo telah terpengaruh dan menceduk teori matematik al-Khawarizmi dalam kajian mereka. Beliau telah membentuk satu kaedah untuk sebarang persamaan. Kaedahnya hisab al-khatayan telah diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerard of Cremona seterusnya di terjemah ke Bahasa Inggeris. Angka juga dikenali sebagai algorismus dan logaritma sempena nama al-Khawarizmi Orang2 pada zaman lampau tidak mengenali angka atau lambang algebra. Walau bagaimanapun, mereka di katakana mengetahui berapa cara menyelesaikan masalah yang belum terbentuk sebagai kaedah yang jelas. Antara yang di sebut termasuklah (A+B)"=A"+2AB+B" Orang-orang Mesir juga mengetahui kira-kira seperti ini. Contoh X"+Y" = 100 Hasilnya y = 3/4x dan x = 8, y = 6 Kiraan inilah kemudiannya menjadi asas sejarah bagi teori Pythagoras, yaitu : A"=B"+C" .
Tulisan-tulisan tentang algebra pada kalangan bangsa Mesir boleh didapati daripada tulisan-tulisan ahmasu pada daun bardi. Menjadi asas pada pengembangan kaedah-kaedah algebra di India, dunia arab dan kemudiannya di Eropah pada zaman baru sekarang. Algebra ini tidak pula muncul sebagai suatu ilmu yang tertusun kecuali sesudah ia di terima oleh orangorang Arab. Pengasas ilmu algebra ialah Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi. Al- Gabr- wa al- Muqabalah telah menghuraikan tengtang ilmu tersebut sebagai satu cara menyelesaikan masalah yang di dalamnya terdapat bilangan yang tidak diketahui. Sementara al-Muqabalah pula ialah penyatuan sebutan-sebutan tersebut, misalnya dalam persamaan yang berikut: X" * X = 3X + 5 Oleh itu ,"algebra"nya ialah : X" =3X + X + 5, sementara : "al-Muqabah" pula : X" =4X + 5 Oleh sebab itulah nama algebra dikatakan berasal dari perkataan Arab. Sebutan inilah kemudiannya di pindahkan dalam bahasa Inggris, German dan Perancis.
Keulungan al-Khawarizmi disebabkan beliau mencipta persamaan menyeluruh asas kepada persamaan kuadratik. Contohnya : X" + 21 + 10X. Keulungan beliau ketara karena selama lebih kurang tiga kurung setelah beliau meninggal. Algebra tidak banyak berubah dari apa yang diasaskan beliau. Abu Kamil Syuja' ibn Aslam yang hidup sezaman dengan al-Khawarizmi, telah menulis buku Kamal al-jabr wa Tamamuha wa al-Ziyadatul fi Usulihi. Dalam buku tersebut beliau menguraikan beberapa pekara yang agak rumit dalam buku al-Khawarizmi. Kemudian muncul pula seorang tokoh bernama Abu al-Wafa al-Buzjani. Beliau telah mengulas buku Diophante tentang ilmu hisab dan buku al-jabr wa al-Waqabalah oleh al- Khawarizmi dan juga telah menyatukan aliran India dengan aliran Yunani. Al- Karkhi pun berminat, sementara Umar al-Khayam pula meskipun lebih terkenal sebagai penyair namun beliau juga turut dianggap pakar dalam algebra. 




Kitab yg ditulis oleh Al-Khawarizmi yang memuat tentang perhitungan aljabar

Sumber:



 

 






Al-Khawarizmi memperkenalkan beberapa simbol yang sistematik terutama angka sifar. Jadual al-Khawarizmi dan Habasy al-Habib turut membantu mempercepatkan sistem angka India ini terkenal di dunia. Mulai awal abad ke 5H/11M didapati penggunaan sistem angka baru secara meluas dalam penulisan sarjana-sarjana Islam. Karya beliau dalam bidang matematik yang terkenal ialah al-Kitab al- Mukhtasar fi Hisab al-Jabr waal-Muqabalah telah diterjemahkan ke bahasa Latin dan digunakan hingga abad ke 10H/16M dan jadikan asas yang digunakan di Universiti di Barat. Aljabar merupakan nadi ilmu hisab, dunia mengenal sistem nomor yang ada sekarang menerusi buku karya al- Khawarizmi yang diterjemahkan ke dalam bahsa Latin pada tahun 1120 bertajuk De Numero Indorum. Persaudaraan Pythagoras yang banyak berjasa dalam mengembang dan memajukan ilmu sains khususnya sains matematik, merupakan sebuah pertubuhan kerohania, akademik dan saintefik dengan kecenderungan yang kuat terhadap falsafah. Tokoh matematik seperti Fibonci, Master Jacob dan Leonardo telah terpengaruh dan menceduk teori matematik al-Khawarizmi dalam kajian mereka. Beliau telah membentuk satu kaedah untuk sebarang persamaan. Kaedahnya hisab al-khatayan telah diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerard of Cremona seterusnya di terjemah ke Bahasa Inggeris. Angka juga dikenali sebagai algorismus dan logaritma sempena nama al-Khawarizmi Orang2 pada zaman lampau tidak mengenali angka atau lambang algebra. Walau bagaimanapun, mereka di katakana mengetahui berapa cara menyelesaikan masalah yang belum terbentuk sebagai kaedah yang jelas. Antara yang di sebut termasuklah (A+B)"=A"+2AB+B" Orang-orang Mesir juga mengetahui kira-kira seperti ini. Contoh X"+Y" = 100 Hasilnya y = 3/4x dan x = 8, y = 6 Kiraan inilah kemudiannya menjadi asas sejarah bagi teori Pythagoras, iaitu : A"=B"+C" Maklumat-maklumat tentang algebra pada kalangan bangsa Mesir boleh didapati daripada tulisan-tulisan ahmasu pada daun bardi. Menjadi asas pada pengembangan kaedah-kaedah algebra di India, dunia arab dan kemudiannya di Eropah pada zaman baru sekarang. Algebra ini tidak pula muncul sebagai suatu ilmu yang tertusun kecuali sesudah ia di terima oleh orangorang Arab. Pengasas ilmu algebra ialah Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi. Al- Gabr- wa al- Muqabalah telah menghuraikan tengtang ilmu tersebut sebagai satu cara menyelesaikan masalah yang di dalamnya terdapat bilangan yang tidak diketahui. Sementara al-Muqabalah pula ialah penyatuan sebutan-sebutan tersebut, misalnya dalam persamaan yang berikut: X" * X = 3X + 5 Oleh itu ,"algebra"nya ialah : X" =3X + X + 5, sementara : "al-Muqabah" pula : X" =4X + 5 Oleh sebab itulah nama algebra dikatakan berasal dari perkataan Arab. Sebutan inilah kemudiannya di pindahkan dalam bahasa Inggris, German dan Perancis. Keulungan al-Khawarizmi disebabkan beliau mencipta persamaan menyeluruh asas kepada persamaan kuadratik. Contohnya : X" + 21 + 10X. Keulungan beliau ketara karena selama lebih kurang tiga kurung selepas beliau meninggal. Algebra tidak banyak berubah dari apa yang diasaskan beliau. Abu Kamil Syuja' ibn Aslam yang hidup sezaman dengan al-Khawarizmi, telah menulis buku Kamal al-jabr wa Tamamuha wa al-Ziyadatul fi Usulihi. Dalam buku tersebut beliau menguraikan beberapa pekara yang agak rumit dalam buku al-Khawarizmi. Kemudian muncul pula seorang tokoh bernama Abu al-Wafa al-Buzjani. Beliau telah mengulas buku Diophante tentang ilmu hisab dan buku al-jabr wa al-Waqabalah oleh al- Khawarizmi dan juga telah menyatukan aliran India dengan aliran Yunani. Al- Karkhi pun berminat, sementara Umar al-Khayam pula meskipun lebih terkenal sebagai penyair namun beliau juga turut dianggap pakar dalam algebra. Uraian mereka inilah kemudiannya berpindah dari Eropah dan menjadi asas kepada apa yang ada pada hari ini. - Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/ilmuwan-matematika-aljabar-islam.html
Al-Khawarizmi memperkenalkan beberapa simbol yang sistematik terutama angka sifar. Jadual al-Khawarizmi dan Habasy al-Habib turut membantu mempercepatkan sistem angka India ini terkenal di dunia. Mulai awal abad ke 5H/11M didapati penggunaan sistem angka baru secara meluas dalam penulisan sarjana-sarjana Islam. Karya beliau dalam bidang matematik yang terkenal ialah al-Kitab al- Mukhtasar fi Hisab al-Jabr waal-Muqabalah telah diterjemahkan ke bahasa Latin dan digunakan hingga abad ke 10H/16M dan jadikan asas yang digunakan di Universiti di Barat. Aljabar merupakan nadi ilmu hisab, dunia mengenal sistem nomor yang ada sekarang menerusi buku karya al- Khawarizmi yang diterjemahkan ke dalam bahsa Latin pada tahun 1120 bertajuk De Numero Indorum. Persaudaraan Pythagoras yang banyak berjasa dalam mengembang dan memajukan ilmu sains khususnya sains matematik, merupakan sebuah pertubuhan kerohania, akademik dan saintefik dengan kecenderungan yang kuat terhadap falsafah. Tokoh matematik seperti Fibonci, Master Jacob dan Leonardo telah terpengaruh dan menceduk teori matematik al-Khawarizmi dalam kajian mereka. Beliau telah membentuk satu kaedah untuk sebarang persamaan. Kaedahnya hisab al-khatayan telah diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerard of Cremona seterusnya di terjemah ke Bahasa Inggeris. Angka juga dikenali sebagai algorismus dan logaritma sempena nama al-Khawarizmi Orang2 pada zaman lampau tidak mengenali angka atau lambang algebra. Walau bagaimanapun, mereka di katakana mengetahui berapa cara menyelesaikan masalah yang belum terbentuk sebagai kaedah yang jelas. Antara yang di sebut termasuklah (A+B)"=A"+2AB+B" Orang-orang Mesir juga mengetahui kira-kira seperti ini. Contoh X"+Y" = 100 Hasilnya y = 3/4x dan x = 8, y = 6 Kiraan inilah kemudiannya menjadi asas sejarah bagi teori Pythagoras, iaitu : A"=B"+C" Maklumat-maklumat tentang algebra pada kalangan bangsa Mesir boleh didapati daripada tulisan-tulisan ahmasu pada daun bardi. Menjadi asas pada pengembangan kaedah-kaedah algebra di India, dunia arab dan kemudiannya di Eropah pada zaman baru sekarang. Algebra ini tidak pula muncul sebagai suatu ilmu yang tertusun kecuali sesudah ia di terima oleh orangorang Arab. Pengasas ilmu algebra ialah Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi. Al- Gabr- wa al- Muqabalah telah menghuraikan tengtang ilmu tersebut sebagai satu cara menyelesaikan masalah yang di dalamnya terdapat bilangan yang tidak diketahui. Sementara al-Muqabalah pula ialah penyatuan sebutan-sebutan tersebut, misalnya dalam persamaan yang berikut: X" * X = 3X + 5 Oleh itu ,"algebra"nya ialah : X" =3X + X + 5, sementara : "al-Muqabah" pula : X" =4X + 5 Oleh sebab itulah nama algebra dikatakan berasal dari perkataan Arab. Sebutan inilah kemudiannya di pindahkan dalam bahasa Inggris, German dan Perancis. Keulungan al-Khawarizmi disebabkan beliau mencipta persamaan menyeluruh asas kepada persamaan kuadratik. Contohnya : X" + 21 + 10X. Keulungan beliau ketara karena selama lebih kurang tiga kurung selepas beliau meninggal. Algebra tidak banyak berubah dari apa yang diasaskan beliau. Abu Kamil Syuja' ibn Aslam yang hidup sezaman dengan al-Khawarizmi, telah menulis buku Kamal al-jabr wa Tamamuha wa al-Ziyadatul fi Usulihi. Dalam buku tersebut beliau menguraikan beberapa pekara yang agak rumit dalam buku al-Khawarizmi. Kemudian muncul pula seorang tokoh bernama Abu al-Wafa al-Buzjani. Beliau telah mengulas buku Diophante tentang ilmu hisab dan buku al-jabr wa al-Waqabalah oleh al- Khawarizmi dan juga telah menyatukan aliran India dengan aliran Yunani. Al- Karkhi pun berminat, sementara Umar al-Khayam pula meskipun lebih terkenal sebagai penyair namun beliau juga turut dianggap pakar dalam algebra. Uraian mereka inilah kemudiannya berpindah dari Eropah dan menjadi asas kepada apa yang ada pada hari ini. - Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/ilmuwan-matematika-aljabar-islam.html


Baca SelengkapnyaSejarah Aljabar